Palembang, CB — Suasana depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Jumat (31/10), sempat ramai ketika sekelompok mahasiswa menggelar aksi demonstrasi menyampaikan aspirasi terkait berbagai kebijakan daerah. Di tengah situasi tersebut, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru justru memilih turun langsung menemui para pendemo.
Mengenakan kemeja putih sederhana, Herman Deru berjalan mendekati barisan mahasiswa yang tengah berorasi. Aksi ini menarik perhatian publik karena menunjukkan sikap terbuka seorang kepala daerah dalam menghadapi kritik, khususnya dari kalangan mahasiswa.
“Saya datang untuk mendengarkan langsung aspirasi adik-adik mahasiswa. Kritik itu bagian dari cinta terhadap daerah ini. Silakan sampaikan dengan tertib, biar kita cari solusinya bersama,” ujar Herman Deru dengan nada tenang di tengah kerumunan.
Langkah tersebut menuai beragam tanggapan masyarakat. Sebagian menilai tindakan sang gubernur sebagai bentuk kepemimpinan yang berani dan terbuka di tengah situasi politik yang kerap sensitif terhadap kritik.
Salah seorang mahasiswa peserta aksi mengaku menghargai keberanian Gubernur menemui massa.
“Tidak banyak pemimpin yang mau turun seperti ini. Kami tetap menyampaikan kritik, tapi juga menghormati pemimpin yang mau mendengar,” ujarnya.
Meski aksi sempat berlangsung panas, situasi tetap kondusif berkat pendekatan persuasif aparat dan sikap tenang Gubernur. Setelah berdialog sekitar satu jam, sebagian tuntutan mahasiswa diterima untuk dibahas lebih lanjut oleh pemerintah provinsi.
Sejumlah pengamat politik lokal menilai langkah Herman Deru tersebut sebagai contoh komunikasi publik yang sehat. Menurut mereka, tindakan itu mampu meredam potensi konflik sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Ini praktik demokrasi yang baik. Aksi mahasiswa adalah bentuk kontrol sosial, sementara respons Gubernur melalui dialog terbuka menunjukkan kedewasaan politik,” kata salah satu akademisi di Palembang.
Meski sempat dijuluki “Gubernur Helikopter” oleh mahasiswa karena sering menggunakan helikopter dalam kunjungan kerja, momen ini menampilkan sisi humanis kepemimpinan Herman Deru. Dengan tersenyum, ia menanggapi julukan tersebut dengan santai.
“Tidak masalah disebut apa pun. Yang penting, kita semua tetap bekerja untuk Sumatera Selatan,” katanya ringan sebelum meninggalkan lokasi. (Tim)






