BANYUASIN, CB– Rencana pembangunan Jalan Poros Air Salek yang diumumkan Pemerintah Kabupaten Banyuasin mendapat perhatian luas dari masyarakat. Ketua Umum LSM Panglima Nusantara, Andy Nopiansyah, SH., CPLA, meminta pemerintah segera merealisasikan proyek tersebut karena dinilai sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Air Salek.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengumumkan rencana pembangunan Jalan Poros Air Salek sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis tahun 2026. Jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan perdagangan masyarakat.
Selain itu, proyek ini diharapkan membuka akses investasi, mempercepat pelayanan publik, dan meningkatkan daya saing ekonomi Kecamatan Air Salek.
Ketua Umum LSM Panglima Nusantara, Andy Nopiansyah, SH., CPLA, mengapresiasi komitmen pemerintah. Namun, ia meminta seluruh pihak memastikan pembangunan tidak berhenti pada tahap perencanaan.
“Kami mendukung pembangunan Jalan Poros Air Salek. Namun, pemerintah harus membuktikan komitmen tersebut melalui pembangunan fisik. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu dan tidak ingin kembali menerima janji tanpa realisasi,” ujar Andy.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengumumkan rencana pembangunan tersebut melalui portal resmi pemerintah pada tahun 2026. Proyek akan dilaksanakan di Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Menurut Andy, pembangunan Jalan Poros Air Salek merupakan kebutuhan mendesak karena menyangkut aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain kondisi jalan yang belum memadai, Kecamatan Air Salek juga belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akibatnya, masyarakat harus memperoleh BBM dari daerah lain atau membeli melalui pengecer dengan harga lebih tinggi.
Kondisi tersebut meningkatkan biaya transportasi, memperbesar ongkos distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, serta berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat.
“Jika jalan dibangun dan akses logistik semakin baik, biaya distribusi dapat ditekan. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh petani, nelayan, pelaku usaha, hingga masyarakat secara umum,” jelas Andy.
LSM Panglima Nusantara meminta Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan pemerintah pusat segera memulai pembangunan sesuai rencana.
Selain itu, Andy meminta pemerintah membuka informasi mengenai anggaran, jadwal pelaksanaan, progres pekerjaan, dan target penyelesaian proyek agar masyarakat dapat melakukan pengawasan.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan Jalan Poros Air Salek tidak dijadikan sekadar kegiatan seremonial maupun alat meningkatkan popularitas politik.
“Jangan hanya datang ke lokasi proyek untuk berswafoto atau membuat kegiatan simbolis. Masyarakat lebih membutuhkan jalan yang selesai dibangun daripada publikasi yang berlebihan. Keberhasilan pemerintah akan diukur dari hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Jalan Poros Air Salek Diyakini Mendorong Perekonomian Banyuasin
Andy optimistis pembangunan Jalan Poros Air Salek akan membawa perubahan besar bagi Kecamatan Air Salek. Infrastruktur yang memadai akan mempercepat mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuasin.
“Masyarakat Air Salek hanya menginginkan akses jalan yang layak, biaya transportasi yang lebih murah, dan kesempatan ekonomi yang sama seperti daerah lain. Karena itu, kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan Jalan Poros Air Salek demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Andy. (**)






