Amhar Yusaimi Berpulang, PWI Sumsel Kehilangan Sosok Sahabat dan Pengurus yang Berdedikasi

PALEMBANG – Dunia pers Sumatera Selatan kembali diselimuti kabar duka. Sosok yang selama ini dikenal dekat dengan banyak kalangan, sederhana, humoris, dan aktif dalam organisasi kewartawanan, Amhar Yusaimi atau yang akrab disapa Amhar Black, berpulang pada Kamis (30/7).Amhar meninggal dunia dalam usia 63 tahun.

Kepergiannya bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan bagi sahabat, rekan-rekan wartawan, serta keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan.
Bagi sebagian orang, Amhar mungkin dikenal melalui aktivitasnya sebagai wartawan dan pengurus organisasi. Namun bagi mereka yang pernah berinteraksi dekat dengannya, Amhar lebih dari sekadar seorang insan pers.

Ia dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul, tidak menjaga jarak dengan siapa pun, serta kerap menghadirkan suasana hangat melalui canda dan humornya. Kesederhanaan itulah yang membuat sosok Amhar mudah diterima dan dikenang banyak orang.

Di lingkungan PWI Sumsel, almarhum dikenal memiliki kepedulian terhadap organisasi. Dedikasinya tidak hanya terlihat dalam aktivitas jurnalistik, tetapi juga melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemasyarakatan.

Di luar dunia kewartawanan, Amhar juga dipercaya sebagai Ketua Umum Kerukunan Keluarga Marga Danau. Amanah tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam menjaga hubungan kekeluargaan dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Kini, sosok yang selama ini hadir dengan sapaan, canda, dan persahabatan itu telah pergi.
Jenazah Amhar Yusaimi dimakamkan di TPU Kebun Bunga Palembang, Jumat (31/7), sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Panca Usaha, belakang SMP Negeri 44, Mantri Terusan Ujung, RT 46, Kelurahan Seberang Ulu I, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga. Kerabat, sahabat, dan rekan-rekan almarhum berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengantarkan Amhar menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Mewakili keluarga, disampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir, memberikan perhatian, menyampaikan belasungkawa, serta mengirimkan doa untuk almarhum.
Keluarga juga memohon agar masyarakat, sahabat, rekan kerja, dan seluruh orang yang pernah mengenal Amhar Yusaimi berkenan memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum selama hidupnya.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum selama hidup, baik dalam bermasyarakat maupun bekerja. Mohon doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” demikian disampaikan pihak keluarga.

Sementara itu, keluarga besar PWI Sumatera Selatan melalui Ketua PWI Sumsel, Kurnaidi, ST, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Amhar Yusaimi.
Kepergian Amhar menjadi kehilangan yang tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga oleh lingkungan organisasi dan insan pers Sumatera Selatan.

Jejak pengabdian, persahabatan, serta kebaikan yang pernah diberikan semasa hidup akan menjadi bagian dari kenangan mereka yang pernah berjalan bersamanya.

“Selamat jalan, Amhar Black” . Canda dan keramahanmu mungkin telah berhenti terdengar, tetapi kenangan tentang persahabatan dan pengabdianmu akan tetap hidup di hati orang-orang yang pernah mengenalmu”.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.Kepada keluarga yang ditinggalkan, terutama istri dan empat putra-putrinya, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kepergian almarhum.

Selamat jalan, Amhar Yusaimi. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jejak kebaikan yang telah ditinggalkan.(**)