MEDAN, CB– Kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa setelah menyantap hidangan dalam uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan.
Pasalnya, salah satu korban hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Korban diketahui bernama Krismas Dayanti br Sihite dúan saat ini dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Haji Medan.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun media sosial @kabarmahasiswa.id. Pihak keluarga juga memohon dukungan doa masyarakat agar kondisi Krismas segera membaik.
“Kondisi adek saya Krismas Dayanti br Sihite korban keracunan MBG di Karo sekarang dirawat di ruang PICU RS Haji Medan, mohon bantu doa ya teman-teman,” demikian keterangan dalam video yang beredar.
Peristiwa keracunan tersebut dilaporkan terjadi pada 13 Agustus lalu. Sejumlah siswa di wilayah Berastagi, Kabupaten Karo, mengalami gejala sakit setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam rangka uji coba program MBG.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam program pemerintah yang menyasar anak-anak sekolah.
Namun, di tengah masih adanya korban yang membutuhkan perawatan, proses penanganan perkara juga menjadi sorotan. Hingga informasi ini disusun, belum ada penetapan tersangka terkait kasus tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyah gb y tvberita JNGN COFan publik mengenai sejauh mana proses penyelidikan dilakukan, termasuk penelusuran terhadap penyedia makanan, standar pengolahan dan distribusi makanan, serta pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan uji coba MBG tersebut.
Publik tentu berharap kasus ini tidak berhenti sebatas penanganan medis terhadap para korban. Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, proses hukum perlu dilakukan secara transparan dan proporsional.
Terlebih, program MBG merupakan program yang menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak. Keamanan makanan semestinya menjadi aspek utama yang tidak boleh dikompromikan.
Hingga kini, perhatian publik juga tertuju pada perkembangan kondisi Krismas Dayanti serta hasil penyelidikan aparat terkait penyebab pasti keracunan dan pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. (**)






