Banyuasin Perkuat Lumbung Pangan, 496 Hektare Lahan Tidur Mulai Dioptimalkan

Banyuasin, CB – Pemerintah Kabupaten Banyuasin mulai mengoptimalkan 496 hektare lahan tidur untuk meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan. Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., memimpin penaburan benih padi perdana di Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, sebagai tahap awal pemanfaatan lahan seluas 6 hektare, Kamis (10/9).

Langkah ini dilakukan untuk mendukung target Banyuasin menjadi daerah penghasil beras nomor satu di Indonesia. Pada akhir 2025, Banyuasin tercatat menghasilkan 1.176.108 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan berada di posisi kedua secara nasional berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah.

Bupati Askolani mengatakan, optimalisasi lahan tidur menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat posisi Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional.

“Ini bukan sekadar menanam padi, tetapi komitmen besar untuk meningkatkan produksi pangan. Hari ini kita mulai dari 6 hektare sebagai langkah awal dari total 496 hektare lahan tidur yang akan kita hidupkan kembali,” ujar Askolani.

Ia optimistis, perluasan lahan produktif tersebut dapat membantu Banyuasin mengejar target menjadi daerah penghasil beras terbesar di Indonesia.

Dukungan juga disampaikan Pj Swasembada Pangan Sumatera Selatan, Dr. Suharyanto. Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian dan mendukung swasembada pangan.

“Banyuasin merupakan tulang punggung swasembada pangan di Sumatera Selatan. Kami mendukung inisiatif pemanfaatan 496 hektare lahan tidur menjadi lahan produktif,” ungkap Suharyanto.

Selain penaburan benih, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan dialog antara Bupati dan penyuluh pertanian untuk menyerap aspirasi, kendala lapangan, serta kebutuhan sarana dan prasarana pertanian.

Melalui langkah ini, Pemkab Banyuasin berharap potensi lahan yang belum dimanfaatkan dapat dioptimalkan guna meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. (Tim)