Banyuasin, CB— Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Banyuasin kian mengkhawatirkan menjelang akhir tahun 2025. Sepanjang Desember, sedikitnya lebih dari lima kasus curanmor terjadi di berbagai lokasi, termasuk di kawasan yang seharusnya memiliki tingkat pengamanan tinggi.
Kasus terbaru terjadi pada Jumat (26/12) di halaman Masjid Al-Amir, Komplek Perkantoran Kabupaten Banyuasin.
Ironisnya, lokasi tersebut berada tak jauh dari Markas Kodim 0430/BA dan Polres Banyuasin. Namun, kedekatan dengan pusat aparat penegak hukum tak lantas membuat kawasan itu aman dari aksi kejahatan.
Korban bernama Mando, Warga Simpang Lubuk Saung, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, kehilangan sepeda motor Honda Supra miliknya saat menunaikan ibadah Shalat Jumat.
“Motor saya mogok, jadi saya parkir di sini, Begitu selesai shalat, motor sudah tidak ada,” ungkap Mando.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Selama Desember 2025 saja telah terjadi sedikitnya empat kali pencurian sepeda motor di halaman Masjid Al-Amir. Selain itu, kasus serupa juga terjadi di sejumlah titik lain, seperti area parkir minimarket Indomaret di wilayah Pangkalan Balai dan sekitarnya.
Maraknya aksi curanmor ini memicu keresahan masyarakat. Warga menilai perlunya peningkatan pengawasan dan pengamanan di ruang publik terutama di kawasan strategis dan fasilitas umum menjadi celah bagi pelaku kejahatan.
Hingga berita ini diturunkan, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banyuasin. Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengungkap jaringan pelaku curanmor yang diduga beraksi berulang, serta meningkatkan pengamanan guna mencegah kejadian serupa terulang. (AY)






