Update, Total 4 Peserta SPPI Calon Manager KDKMP Wafat Saat Latsarmil

Pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) kembali menjadi sorotan. Hingga kini, tercatat empat peserta meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di sejumlah satuan latihan.

Korban pertama adalah almarhumah Anisa Muyassaroh, peserta yang menjalani pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Berdasarkan informasi yang disampaikan, almarhumah meninggal dunia akibat heat stroke.

Korban kedua, almarhum Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Penyebab meninggal dunia disebut akibat henti jantung.

Korban ketiga adalah Novia Rahmadhani Sihotang, anggota Program SPPI yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Novia meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Korban terbaru adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Sebelum meninggal dunia, Rifki dilaporkan mengeluhkan sesak napas pada Kamis (25/6). Ia sempat mendapat penanganan awal dari tim kesehatan satuan dan kondisinya membaik.

Namun pada sore harinya kondisi kembali menurun sehingga dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Rifki dinyatakan meninggal dunia pada dini hari.

Bertambahnya korban, total peserta SPPI calon pengelola KDMP dan KNMP yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil menjadi empat orang. Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan dari berbagai kalangan dan mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan latihan dasar kemiliteran, khususnya terkait pemeriksaan kesehatan peserta, sistem pengawasan medis, standar keselamatan, serta relevansi materi latihan bagi calon pengelola koperasi.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban, masyarakat berharap pemerintah melakukan evaluasi secara transparan agar tujuan program tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan peserta. (***)