Bupati Banyuasin Ajak PTPN I Regional 7 Unit Betung Selaraskan Program CSR dengan Kebutuhan Masyarakat

PANGKALAN BALAI, CB– Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH menerima kunjungan silaturahmi jajaran manajemen PTPN I Regional 7 Unit Betung di Rumah Dinas Jabatan Bupati Banyuasin, Rabu (15/7). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan dipimpin Manajer PTPN I Regional 7 Unit Betung, Mohammad Zein Shosan, bersama jajaran manajemen. Pertemuan juga dihadiri Asisten I Setda Banyuasin Aminuddin, Kepala Inspektorat Alamsyah Rianda, Staf Ahli Bupati Salni Fajar, dan Plt Kepala Dinas Kominfo-SP Ida Bahagia.

Manajer PTPN I Regional 7 Unit Betung, Mohammad Zein Shosan, menegaskan pihaknya berkomitmen tidak hanya menjalankan operasional perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan kolaborasi pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang luar biasa dari Bapak Bupati beserta jajaran Pemkab Banyuasin. Kami ingin memastikan kehadiran PTPN I Regional 7 Unit Betung terus berjalan selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Banyuasin, baik dalam pemberdayaan masyarakat, penyerapan tenaga kerja lokal, maupun kontribusi terhadap kemajuan daerah,” ujarnya.

Bupati Askolani menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap mendukung iklim investasi yang sehat serta memperkuat kolaborasi dengan BUMN untuk mendukung program prioritas daerah.

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin selalu terbuka dan siap mendukung iklim investasi serta operasional BUMN seperti PTPN. Kami berharap hubungan yang harmonis ini terus terjaga, terutama dalam menyelaraskan program CSR perusahaan dengan program prioritas pemerintah daerah, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, perbaikan jalan penyangga, dan peningkatan kesejahteraan petani,” kata Askolani.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, terutama terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Banyuasin. (Tim)