Netta Indian Bidik Ketua Golkar Banyuasin, Serukan Soliditas Kader

BANYUASIN, CB — Bursa kepemimpinan DPD II Partai Golkar Banyuasin mulai mengerucut menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI. Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., resmi mengembalikan formulir pencalonan sebagai bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Banyuasin.

Hingga tahapan pengambilan dan pengembalian formulir, Netta tercatat sebagai satu-satunya bakal calon yang telah mengambil sekaligus mengembalikan formulir. Kedatangannya disambut Ketua DPD II Golkar Banyuasin Irian Setiawan, Ketua Pelaksana Musda Suistiqlal Effendi, serta jajaran panitia dan kader.

Netta mengatakan, pencalonannya dilandasi niat untuk memperkuat soliditas sekaligus merangkul seluruh keluarga besar Partai Golkar.

“Saya mengembalikan formulir ini sebagai bentuk niat baik dan keseriusan saya. Saya ingin merangkul seluruh keluarga besar Partai Golkar, baik senior maupun junior, termasuk seluruh organisasi sayap partai,” kata Netta.

Ia menegaskan Partai Golkar merupakan rumah besar yang harus dijaga bersama. Karena itu, seluruh kader diharapkan mengesampingkan perbedaan dan memperkuat persatuan.

“Akar beringin harus tetap kokoh. Kita harus bersatu dan bersama-sama membesarkan Partai Golkar,” ujarnya.

Jika dipercaya memimpin, Netta menargetkan Golkar kembali menjadi pemenang, termasuk merebut kembali posisi sebagai pemegang kursi Ketua DPRD Banyuasin.

“Target kita tentu bagaimana Golkar kembali menjadi pemenang. Kita ingin merebut kembali kursi Ketua DPRD Banyuasin,” tegasnya.

Terkait peluang maju pada Pilkada Banyuasin mendatang, Netta memilih belum berbicara terlalu jauh. Ia menegaskan saat ini masih fokus menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Banyuasin mendampingi Bupati Askolani.

“Semua tentu tertarik untuk menjadi bupati. Tetapi untuk saat ini saya masih fokus mendampingi Pak Askolani sebagai Wakil Bupati Banyuasin,” ungkapnya.

Sementara itu, Irian Setiawan memastikan dirinya tidak kembali mencalonkan diri setelah dua periode memimpin DPD II Golkar Banyuasin.

“Saya sudah dua periode, jadi tidak lagi mencalonkan diri karena memang tidak ada rekomendasi,” ujar Irian.

Ketua Pelaksana Musda, Suis Tiqlal Effendi, menegaskan status calon tunggal masih harus menunggu hingga seluruh tahapan penjaringan berakhir.

“Saat ini baru satu calon yang mengembalikan formulir, yaitu Ibu Netta Indian. Kalau nantinya memang hanya ada satu calon, tentu mekanismenya akan mengikuti aturan organisasi dan tata tertib Musda,” jelas Suis.

Ia berharap Musda XI menjadi momentum konsolidasi dan regenerasi untuk memperkuat Partai Golkar Banyuasin menghadapi agenda politik mendatang. (**)