Jejak Ilmu dan Pengabdian: Wisudawan wisudawati Sampaikan Terima Kasih kepada Dekan, Dosen, TU dan Staf FH Tamansiswa

PALEMBANG, CB— Toga boleh dilepas, ruang kuliah boleh ditinggalkan, dan status mahasiswa akhirnya berganti menjadi seorang sarjana. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah ikut meninggalkan para wisudawan dan wisudawati Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Palembang.kenangan, ilmu, nasihat, serta jasa orang-orang yang telah mengantarkan mereka sampai di titik ini.

Di tengah kebahagiaan mengenakan toga dan menerima gelar akademik, terselip rasa haru dan terima kasih yang mendalam kepada Dekan, para dosen, tenaga kependidikan (TU), serta seluruh staf Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Palembang.

Bagi seluruh wisudawan dan wisudawati, perjalanan hingga sampai di hari wisuda bukanlah jalan yang selalu mudah. Ada tugas yang harus diselesaikan, ujian yang harus dilewati, penelitian yang harus diperjuangkan, hingga skripsi yang terkadang menguras waktu, pikiran dan kesabaran.

Namun, di setiap tahapan itu selalu ada tangan-tangan yang membantu. Ada dosen yang memberikan arahan ketika mahasiswa kehilangan arah. Ada nasihat yang mungkin dulu terasa sebagai teguran, tetapi kini justru dipahami sebagai bentuk kepedulian. Ada pula tenaga kependidikan dan staf yang dengan sabar membantu berbagai urusan mahasiswa.

Hari ini, semuanya terbayar. Bukan hanya dengan selembar ijazah, tetapi dengan sebuah perjalanan yang akan menjadi kenangan seumur hidup.

Atas nama seluruh wisudawan dan wisudawati, ucapan terima kasih yang tulus disampaikan kepada Dekan Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Palembang, seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh staf FH Tamansiswa.

“Terima kasih karena telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Ilmu yang diberikan, nasihat yang disampaikan, bahkan teguran yang pernah kami terima, semuanya akan menjadi bekal dalam perjalanan kami setelah meninggalkan kampus,” ungkap kms Alpi salah satu wisudawan.

“Bagi kami dosen bukan sekadar pengajar yang hadir di ruang kelas. Dosen adalah sosok yang turut membentuk cara berpikir, menanamkan keberanian untuk menyampaikan pendapat, serta mengajarkan bagaimana memahami hukum tidak hanya dari buku, tetapi juga dari kehidupan masyarakat”.kata alpi

Alpi yang mewakili seluruh wisudawan wisudawati menambahkan Begitu pula dengan tenaga kependidikan dan staf. Di balik proses akademik yang berjalan, terdapat kerja dan pelayanan yang sering kali tidak terlihat. Mereka menjadi bagian penting yang memastikan mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan hingga selesai.

Kini, ketika pintu kampus mulai ditinggalkan, kenangan itu justru terasa semakin dekat ruang kelas yang dahulu menjadi tempat berdiskusi koridor kampus yang menjadi saksi perjalanan dosen-dosen yang dahulu ditemui hampir setiap hari dan teman-teman seperjuangan yang bersama-sama menghadapi berbagai tantangan semuanya akan berubah menjadi cerita.

Tetapi cerita itu tidak akan pernah benar-benar berakhir.Sebab setelah wisuda, para sarjana hukum ini akan membawa nama almamater ke tengah masyarakat. Mereka akan memasuki dunia kerja, dunia profesi, birokrasi, maupun ruang-ruang pengabdian lainnya.

Di sanalah ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan akan diuji.Karena itu, gelar sarjana bukanlah garis akhir. Justru wisuda adalah garis awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang telah diberikan tidak berhenti di atas kertas.

“Kami sadar, perjalanan kami setelah ini tidak akan mudah. Tetapi kami percaya, bekal ilmu, pengalaman dan nilai-nilai yang kami dapatkan selama berada di Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Palembang akan menjadi pegangan dalam menghadapi perjalanan berikutnya,” ujar Alpi

Ada satu harapan yang ingin kami titipkan kepada almamater: semoga Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Palembang terus melahirkan generasi sarjana hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, keberanian, kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Dan untuk para dosen, TU serta seluruh staf yang telah membersamai perjalanan kami, ada pesan sederhana yang mungkin tidak akan pernah cukup untuk membalas semua jasa:

Terima kasih.

Terima kasih telah mengajar.

Terima kasih telah membimbing.

Terima kasih telah menegur ketika salah.

Terima kasih telah bersabar menghadapi berbagai karakter mahasiswa.

Dan terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan yang hari ini mengantarkan kami berdiri dengan bangga sebagai seorang sarjana.

Toga mungkin hanya dikenakan sehari. Gelar mungkin tertulis di belakang nama. Tetapi ilmu, nasihat dan jasa para dosen akan melekat sepanjang kehidupan.

Dari Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Palembang, para wisudawan dan wisudawati melangkah pergi membawa gelar, mimpi dan harapan namun satu hal pasti.Almamater tidak akan pernah benar-benar mereka tinggalkan Ia akan selalu menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana perjalanan itu dimulai.

Hormat kami seluruh wisudawan dan wisudawati Fakultas Hukum Tamansiswa Palembang. (hen)