Banyuasin, CB– Warga Desa Pelajau, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih dari PDAM Tirta Betuah Cabang Pangkalan Balai selama hampir dua pekan terakhir. Kondisi tersebut semakin memberatkan masyarakat di tengah cuaca panas dan minimnya curah hujan yang melanda wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan, Sabtu (30/5), menunjukkan air sungai yang menjadi sumber alternatif warga tampak berwarna cokelat dan berbau. Meski dinilai tidak layak digunakan, sebagian warga terpaksa memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari karena tidak memiliki pilihan lain.

Salah seorang warga Desa Pelajau, Putra, mengatakan pasokan air PDAM sudah tidak mengalir selama hampir. Bahkan, menurutnya, kondisi serupa bukan kali pertama terjadi.
“Air PDAM sudah lebih dari 10 hari tidak mengalir. Bahkan terkadang dalam satu bulan hanya satu kali mengalir. Kami terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan air bersih dan menggunakan air sungai untuk mandi maupun mencuci,” ujar Putra.
Ia menambahkan, kebutuhan air bersih untuk keluarga menjadi beban tambahan karena harus membeli air galon setiap hari. Sementara air sungai yang tersedia dinilai kurang layak karena berwarna keruh dan berbau.
“Untuk kebutuhan anak-anak kami beli air galon. Kalau untuk mandi dan kebutuhan lain terpaksa memakai air sungai meskipun kondisinya tidak layak,” katanya.
Keluhan warga juga mengarah kepada pelayanan PDAM Tirta Betuah. Saat dikonfirmasi, pihak PDAM mengatakan jika mendapat pesan dari Kepala Unit Regan Agung yang bertanggung jawab terhadap distribusi air ke wilayah tersebut yang menyatakan bahwa air telah dialirkan sejak pagi hari. Namun berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan, air disebut belum juga mengalir ke zona tersebut.
Perbedaan antara laporan dan kondisi di lapangan memicu kekecewaan warga. Mereka meminta manajemen PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin segera melakukan evaluasi atas sikap dan prilaku karyawan yang dinilai “Asal Bos Senang (ABS)” serta melakukan perbaikan terhadap sistem distribusi air agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Warga menilai persoalan pelayanan air bersih di wilayah pelayanan Cabang Pangkalan Balai bukan masalah baru. Selain distribusi yang kerap terganggu, kondisi infrastruktur dan peralatan yang sudah tua disebut menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pelayanan kepada pelanggan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Banyuasin dan manajemen PDAM Tirta Betuah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jaringan serta meningkatkan kualitas pelayanan sehingga krisis air bersih yang berulang tidak terus terjadi. (Red)






