Polres Banyuasin Matangkan Kesiapan Jelang Operasi Keselamatan Musi 2026

Banyuasin, CB— Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuasin mengikuti pelatihan pra-operasi dalam rangka persiapan Operasi Keselamatan Musi 2026 yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Prastisara Wirya Ditlantas Polda Sumsel, Rabu (28/1/2026), sejak pagi hingga siang hari.

Pelatihan pra-operasi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai satuan dan direktorat di lingkungan Polda Sumsel. Polres Banyuasin sendiri diwakili oleh KBO Satlantas Polres Banyuasin, Iptu Eko Susilo, S.H., M.M., bersama Brigpol Dian Nurdianto.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah arahan strategis disampaikan oleh para pejabat Polda Sumsel guna memastikan pelaksanaan Operasi Keselamatan Musi 2026 berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan.

Roops Polda Sumsel, AKBP Arif W., S.H., menegaskan pentingnya keselarasan seluruh rangkaian kegiatan operasi dengan Rencana Operasi (Renops). Ia juga menekankan perlunya sinergi antar satuan tugas serta optimalisasi pelaporan melalui sistem aplikasi seperti SOT dan EWS.

Sementara itu, dari aspek intelijen dan pengamanan, perwakilan Dit Intelkam Polda Sumsel, AKBP Surahpati, menginstruksikan agar dilakukan deteksi dini serta pemetaan wilayah rawan pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan kemacetan. Pendekatan pembinaan kepada masyarakat melalui komunikasi yang santun, humanis, dan edukatif turut menjadi perhatian utama, disertai pengawasan ketat terhadap personel dan prosedur operasi.

Dari sisi penegakan hukum, perwakilan Ditlantas Polda Sumsel AKP Fenny, selaku PS. Kasi Jemenopsrek, menyampaikan penekanan pada penertiban angkutan travel ilegal, pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta pengecekan lokasi parkir di kawasan wisata.

Lebih lanjut, PS. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel, Kompol Asep Supriyadi, S.H., menjelaskan bahwa pola penindakan pada Operasi Keselamatan Musi 2026 akan didominasi oleh Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebesar 95 persen. Sementara penindakan melalui tilang manual hanya diperbolehkan sebesar 5 persen dan dilakukan oleh personel berpangkat Perwira. Penanganan balap liar juga menjadi sasaran operasi dengan pendekatan humanis namun tetap profesional.

Pelatihan pra-operasi ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman serta kesiapan seluruh jajaran kepolisian, baik Polres maupun Polrestabes, dalam menyukseskan Operasi Keselamatan Musi 2026. Diharapkan, operasi tersebut mampu menekan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, fatalitas korban, serta kemacetan di wilayah Sumatera Selatan. (Rill)