Sumatera Selatan, — Pernyataan Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Lahat, Mukhri Safaat, S.E., di grup WhatsApp Bisnis Asisten Dinkop Sumsel dinilai memancing kegaduhan. Unggahan tersebut bukan kali pertama menimbulkan polemik di kalangan anggota grup.
Kisruh berawal ketika beberapa Bisnis Asisten (BA) mempertanyakan keterlambatan pencairan uang transportasi dan honor bulan Oktober 2025 yang belum kunjung diterima. Dalam percakapan tersebut, Mukhri Safaat menanggapi dengan kalimat singkat yang dianggap menyinggung.
“Solusinya resign, langsung ngebun ke talang,” tulis Mukhri dalam grup beberapa waktu lalu.
Tidak berhenti di situ, pada Selasa (11/11), ia kembali mengirim pesan yang berbunyi:
“Tunjukkan karya, baru mengharap hasil.”
Pernyataan itu pun menuai reaksi keras dari sejumlah anggota grup, khususnya para BA dari berbagai kabupaten di Sumatera Selatan.
“Gak beres Pak Safaat itu. Lagi kisruh soal gaji, lagi giat menghidupkan koperasi, malah berkata seperti itu,” ujar Yoga, salah satu BA asal Ogan Ilir.
Menanggapi suasana yang semakin memanas, seorang anggota grup bernama RrDewi yang mewakili BA Kabupaten Lahat menyampaikan permohonan maaf atas nama daerahnya.
“Teman teman kami segenap BA Lahat mohon maaf ya jika lisan dari perwakilan Dinas Koperasi Lahat mendzolimi dan melukai hati kita semua, Mohon doanya untuk beliau semoga segera terketuk pintu hatinya supaya bisa saling mengerti keadaan bahwa kita sama sama berjuang, Kami terus berhusnudzon maksud dan tujuan beliau tidak lain adalah untuk memotivasi kita semua meskipun caranya salah, Sekali lagi mohon maaf sebesar besarnya, Semoga tidak memperparah dan membuat suasana semakin gaduh,” tulisnya.
Setelah mendapat berbagai tanggapan, akhirnya Mukhri Safaat menyampaikan permintaan maaf di grup tersebut. Dalam pesannya, ia mengaku pernyataannya hanya sebatas percobaan untuk membuktikan teori tentang “cara menjadi terkenal”.
“Teman – teman BA sekalian, aku cuma ingin membuktikan pernyataan jika ingin terkenal di group maka buatlah pernyataan yg memancing kegaduhan, Ternyata mmg terbukti, Sekarang aku sudah terkenal, Untuk itu dengan kerendahan hati yang hina ini, untuk teman-teman semua mohon maaf & aku yakin Allah Maha Mengatahui & Maha Adil,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Sumatera Selatan terkait persoalan tersebut. (AY)






