Tekanan Biaya Produksi, Nasi Padang di Pangkalan Balai Resmi Naik Rp. 15 Ribu Mulai 06 April 2026

Pangkalan Balai, CB— Harga nasi Padang di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, dipastikan mengalami kenaikan mulai 6 April 2026. Kenaikan tersebut merupakan hasil kesepakatan para pelaku usaha kuliner yang tergabung dalam komunitas Rumah Makan Masakan Padang Bersatu.

Sebelumnya, harga nasi Padang dipatok Rp12.000 per porsi. Namun, akibat meningkatnya biaya produksi, harga tersebut disesuaikan menjadi Rp15.000 per porsi.

Pemilik rumah makan Padang, Uda Sukarno, mengungkapkan bahwa lonjakan harga bahan baku menjadi faktor utama di balik kebijakan tersebut. Sejumlah komoditas penting disebut mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Harga ayam sekarang berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram, daging sudah mencapai Rp135 ribu per kilogram, dan ikan naik sekitar Rp3 ribu sampai Rp5 ribu. Beras juga mengalami kenaikan sekitar Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per karung. Bahkan, harga sayuran kini bisa mencapai Rp10 ribu,” ujarnya.

Tidak hanya bahan pangan, biaya operasional lainnya juga turut meningkat. Uda Sukarno menyebutkan harga plastik dan kertas pembungkus naik sekitar 10 hingga 20 persen.

Menurutnya, tanpa penyesuaian harga jual, para pelaku usaha berpotensi mengalami kerugian.

“Kalau tidak menaikkan harga, kami bisa rugi,” tegasnya.

Ia mengakui, keputusan menaikkan harga bukan hal mudah. Namun, langkah tersebut dinilai perlu agar usaha tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat.

Kenaikan ini juga bukan yang pertama kali terjadi. Pada 2023 lalu, harga nasi Padang di wilayah tersebut telah naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per porsi / bungkus.

Para pemilik rumah makan berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut. Penyesuaian harga dinilai sebagai langkah realistis untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah situasi ekonomi yang menantang. (Red)