JAKARTA, CB– Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan lanjut usia (lansia) mengais sisa-sisa beras di bak sebuah truk viral di media sosial dan mengundang keprihatinan publik. Rekaman yang pertama kali diunggah akun TikTok @drstwn93 itu memicu gelombang simpati sekaligus perbincangan mengenai kondisi sosial masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, seorang lansia mengenakan kerudung cokelat dan pakaian berwarna merah muda terlihat berdiri di bagian belakang truk pengangkut beras. Dengan menggunakan kedua tangannya, ia memungut butiran-butiran beras yang tercecer di sela-sela bak truk, kemudian memasukkannya ke dalam kantong plastik kecil.
Unggahan itu kemudian dibagikan ulang oleh akun @officialinewstv dengan narasi yang menyentuh.
“Sebuah potret keprihatinan terjadi di lapangan. Seorang nenek lansia terlihat memungut butiran-butiran beras yang tersisa di bak truk. Bagi sebagian orang mungkin itu hanya butiran beras, tetapi bagi sebagian lainnya itu adalah makanan yang sangat berharga,” tulis akun tersebut.
Peristiwa itu disebut-sebut terjadi di kawasan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai identitas lansia maupun kronologi lengkap kejadian tersebut.
Video tersebut menuai ribuan komentar dari warganet. Banyak yang mengaku sedih melihat seorang lansia masih harus berjuang mendapatkan kebutuhan pokok dengan cara memungut sisa beras yang tercecer.
Sebagian warganet juga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, pengelola pasar maupun masyarakat sekitar agar kebutuhan dasar warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan dapat terpenuhi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa masih terdapat kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan perlindungan sosial dan perhatian bersama, khususnya para lansia yang sudah tidak lagi memiliki kemampuan ekonomi memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Analisa
Video viral tersebut menyentuh emosi publik, namun di balik itu terdapat persoalan yang lebih mendasar, yakni efektivitas perlindungan sosial bagi kelompok lanjut usia. Jika benar lansia tersebut terpaksa mengais sisa beras demi memenuhi kebutuhan makan, maka kondisi itu menunjukkan masih adanya warga yang belum terjangkau secara optimal oleh program bantuan sosial atau mengalami kendala akses terhadap layanan kesejahteraan.
Di sisi lain, publik juga perlu berhati-hati agar tidak langsung menarik kesimpulan hanya berdasarkan video singkat. Identitas, latar belakang ekonomi, maupun alasan lansia tersebut memungut beras perlu diverifikasi agar pemberitaan tidak menimbulkan asumsi yang keliru.
Peristiwa ini juga menjadi refleksi bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola pasar, hingga masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap warga lanjut usia. Pendataan yang akurat, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, serta pemberdayaan lansia yang masih produktif merupakan langkah penting agar kejadian serupa tidak terus berulang. (**)






