JAKARTA SELATAN, CB— Aksi pengendara Toyota Alphard berwarna putih menjadi sorotan setelah diduga merusak sepeda motor milik seorang pengemudi ojek online (ojol) menggunakan bata merah.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di Jalan Veteran Raya, kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). Aksi itu kemudian viral di media sosial setelah rekaman kejadian beredar luas.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden bermula ketika sepeda motor yang dikendarai pengemudi ojol diduga tidak sengaja menyenggol kaca spion Toyota Alphard bernomor polisi B 1216 PIV.
Pengemudi ojol disebut telah meminta maaf kepada pemilik mobil atas kejadian tersebut. Namun, permintaan maaf itu diduga belum mampu meredakan emosi pengendara Alphard.
Pengendara mobil tersebut kemudian disebut mengambil bata merah dan menghantam sepeda motor milik ojol hingga mengalami kerusakan.
Aksi tersebut sontak menuai perhatian publik. Sejumlah warganet menilai tindakan pengendara Alphard berlebihan karena insiden awal disebut terjadi akibat ketidaksengajaan dan pengemudi ojol telah menyampaikan permintaan maaf.

Pengemudi Alphard Minta Maaf
Setelah video kejadian viral, pengemudi Alphard akhirnya disebut menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.
Dengan ekspresi penyesalan, pengemudi tersebut juga disebut bersedia mengganti seluruh kerusakan sepeda motor milik pengemudi ojol.
Kedua pihak kemudian memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara damai di kantor polisi.
“Saya meminta maaf atas kejadian tersebut dan bersedia mengganti kerusakan motor. Kami memilih menyelesaikan persoalan ini secara damai,” ujar pengemudi Alphard, sebagaimana informasi yang beredar setelah kejadian.
Penyelesaian secara damai tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih mampu mengendalikan emosi saat menghadapi persoalan di jalan raya.
Hingga kini, identitas lengkap pengemudi Alphard maupun rincian kerugian yang dialami pengemudi ojol belum diketahui secara pasti.
Kronologi lengkap serta tindak lanjut dari pihak kepolisian juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan di jalan raya, sekecil apa pun, sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi dan kepala dingin agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. (**)






