Kepercayaan Berujung Petaka, Driver Ojol Kehilangan Motor Usai Antar Penumpang

Palembang, CB— Nasib apes yang dialami Seorang driver ojek online (ojol) di Kota Palembang, karena sudah menjadi korban dugaan penggelapan setelah sepeda motornya dibawa kabur oleh penumpang yang mengaku sebagai anggota kepolisian.

Peristiwa ini sudah dilaporkannya ke pihak Polrestabes Palembang.

Driver ojol malang yang menjadi Korban tersebut diketahui bernama Herdi Gunawan (18), warga Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Setelah kejadian ia langsung mendatangi Polrestabes guna melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Senin (19/1).

“Kejadian bermula saat Herdi menerima orderan penumpang melalui aplikasi ojek online. Penumpang tersebut mengaku sebagai aparat kepolisian. Setelah mengantar penumpang ke Perumahan Ogan Permai, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, pelaku meminta izin untuk meminjam sepeda motor korban dengan alasan hendak menjemput istrinya”.

“Dia bilang mau jemput istri sebentar, nanti balek lagi. Dia juga ngaku kenal orang Polrestabes,” ujar Herdi saat memberikan keterangan kepada petugas SPKT.
Karena percaya dengan pengakuan pelaku, Herdi pun menyerahkan sepeda motor miliknya. Namun, hingga berjam-jam ditunggu, penumpang tersebut tidak kunjung kembali” ujarnya.

Upaya korban mencoba untuk menghubungi pelaku juga tidak membuahkan hasil.
Merasa telah menjadi korban penipuan, Herdi akhirnya melapor ke pihak kepolisian. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMAX dengan nomor polisi BG 6734 JAX, yang ditaksir senilai Rp18 juta.

Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Hendra, membenarkan adanya laporan dugaan penggelapan tersebut. Ia menyatakan laporan korban telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang.

“Laporan sudah kami terima dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas terlapor,” jelas Ipda Hendra.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online, agar lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap orang yang mengaku sebagai aparat tanpa identitas resmi, guna menghindari kejadian serupa.(Hen)