Banyuasin, CB — Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan jalan santai dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Banyuasin kian memudar. Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Pangkalan Balai, Rabu (08/04), kembali menuai kritik tajam akibat persoalan klasik yang terus berulang tanpa solusi nyata.
Alih-alih menjadi ajang kebersamaan, kegiatan tersebut justru diwarnai carut-marut pelaksanaan, mulai dari pembagian kupon yang tidak merata hingga pembagian hadiah yang dinilai mengecewakan. Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya manajemen serta minimnya pengawasan dari panitia penyelenggara.
Salah satu peserta, Andre, mengungkapkan bahwa persoalan serupa sebenarnya sudah terjadi pada tahun sebelumnya, namun tidak pernah ditindaklanjuti secara serius.
“Tahun lalu peserta lebih banyak, kupon cukup. Tapi pembagian hadiah hanya sebagian pakai kupon, sisanya diberikan berdasarkan kehebohan peserta. Nah, tahun ini peserta justru menurun, tapi banyak yang tidak kebagian kupon,” ujar Andre.
Keterangan tersebut memperkuat dugaan bahwa mekanisme pembagian kupon dan hadiah tidak memiliki sistem yang jelas dan konsisten. Bahkan di lapangan, ditemukan adanya peserta yang memegang lebih dari satu kupon, sementara peserta lain tidak mendapatkan sama sekali.
Fakta ini semakin menegaskan adanya potensi ketimpangan dalam distribusi kupon yang seharusnya menjadi hak setiap peserta. Situasi tersebut memicu kekecewaan dan menimbulkan pertanyaan serius terkait integritas panitia.
Senada dengan itu, peserta lainnya, Iwan, menilai bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan cerminan tidak adanya evaluasi menyeluruh dari tahun ke tahun.
“Ini bukan kejadian pertama. Artinya tidak ada evaluasi yang benar-benar dijalankan. Kalau dibiarkan, kepercayaan masyarakat akan terus menurun,” tegasnya.
Sejumlah warga bahkan menilai kegiatan tahunan ini lebih menonjolkan aspek seremonial semata tanpa diimbangi kualitas pelaksanaan yang profesional. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin partisipasi masyarakat akan semakin merosot di masa mendatang.
Desakan agar dilakukan evaluasi total, termasuk kemungkinan pergantian panitia, kini semakin menguat. Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak lagi menutup mata terhadap persoalan berulang yang dinilai mencoreng momentum perayaan hari jadi daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia maupun instansi terkait yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. (***)






