Jakarta, CB – Sejumlah investor dan pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta kejelasan terkait pembayaran dapur MBG yang telah mereka bangun.
Para investor mengaku telah mengeluarkan dana pribadi hingga ratusan juta rupiah untuk pembangunan dapur, pengadaan peralatan, serta persiapan operasional program. Namun hingga kini, mereka menyebut belum memperoleh kepastian mengenai pencairan dana maupun mekanisme pembayaran yang dijanjikan.
Menurut perwakilan investor, keterlambatan pembayaran telah berdampak pada kondisi keuangan para pelaksana di daerah. Sejumlah pihak bahkan disebut menanggung utang karena menggunakan dana pinjaman untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendukung program.
“Kami hanya meminta hak kami dibayarkan sesuai komitmen yang telah disepakati. Dapur sudah dibangun, biaya sudah dikeluarkan, dan masyarakat menunggu program ini berjalan dengan baik,” ujar salah satu perwakilan investor.
Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian dan solusi agar pelaksanaan Program MBG tidak menghambat pihak-pihak yang telah berkontribusi di lapangan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait tuntutan yang disampaikan para investor tersebut. (Rill)






