Palembang, CB– Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Palembang, bernama Idris Mufakkar (28) menjadi korban perampokan oleh penumpangnya sendiri. Di bawah ancaman pisau, korban harus pasrah merelakan sepeda motor yang selama ini menjadi satu-satunya sumber penghasilannya dibawa kabur pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Malaka II, Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kronologi Kejadian bermula saat Idris tengah bekerja mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba, seorang pria yang belum diketahui identitasnya menghentikannya dan meminta diantar ke suatu lokasi. Tanpa menaruh curiga, Idris menyetujui permintaan tersebut dan langsung mengantar pelaku menuju tujuan yang sudah ditentukan.
Namun setibanya di lokasi, situasi berubah mencekam. Pelaku mendadak mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan mengarahkannya ke perut korban sambil mengancam.
“Pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau dan mengancam saya. Dia bilang kalau tidak menyerahkan motor, saya akan dilukai,” ujar Idris
Merasa nyawanya terancam, Idris tak berani melawan. Ia pun pasrah merelakan sepeda motor yang dikendarainya. Pelaku kemudian langsung tancap gas membawa motor korban.
“Motor itu saya pakai untuk mencari nafkah sehari-hari sebagai ojek online. Itu satu-satunya sumber penghasilan saya,” katanya dengan nada sedih.
Atas kejadian tersebut, Idris dengan raut muka sedih dengan ditemani orang tuanya ia langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak kepolisian.
Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Tamia Rahmadhany, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban.
“Laporan korban sudah kami terima dan selanjutnya akan kami teruskan ke Satreskrim untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan memburu keberadaannya.(Hen)






