Panen Ke-3 Lapas Kelas IIA Banyuasin Hasilkan 2,5 Ton Melon Inthanon

Banyuasin, CB — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali menorehkan hasil positif melalui program pembinaan kemandirian warga binaan. Pada panen ketiga melon varietas Inthanon yang digelar Selasa (19/5), lapas tersebut berhasil menghasilkan sekitar 2,5 ton melon dari area green house pembinaan.

Panen dilakukan di lahan green house berukuran 10 x 46 meter dengan total 1.012 polibag tanaman melon. Dari hasil budidaya tersebut, rata-rata berat buah mencapai sekitar 2,5 kilogram per buah dengan kualitas yang dinilai meningkat dibandingkan panen sebelumnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, mengatakan keberhasilan panen kali ini menjadi bukti bahwa program pembinaan keterampilan bagi warga binaan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata.

“Peningkatan hasil panen ini menunjukkan bahwa pembinaan keterampilan yang diberikan berjalan efektif. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh kemampuan yang bermanfaat setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Tetra.

Menurutnya, budidaya melon menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang diarahkan untuk membangun kemandirian warga binaan melalui praktik pertanian modern. Warga binaan dilibatkan secara aktif mulai dari proses penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen.

Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan. Selain menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi, kegiatan itu diharapkan mampu membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.

Tetra menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan berkelanjutan agar warga binaan memiliki kesiapan dan kemampuan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menciptakan pembinaan yang terukur dan berkelanjutan, sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya. (Rill)