Palembang, CB– Keributan yang diduga melibatkan dua kelompok organisasi masyarakat (Ormas) terjadi di Jalan Angkatan 45, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pria bernama M Billy Putra Pratama (30) mengalami luka-luka serius akibat senjata tajam.
Peristiwa berdarah itu terjadi tepat di depan PS Mall Palembang, pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.11 WIB. Akibat kejadian tersebut, pihak keluarga korban telah melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
Laporan polisi dibuat oleh Bachril (53), ayah korban, yang merupakan warga Jalan RE Martadinata, Lorong Amal, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.
Dalam laporannya, Bachril melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialami anaknya.
Menurut Bachril, dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Ia baru mengetahui insiden tersebut setelah mendapatkan kabar bahwa anaknya telah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi terluka.
“Saya waktu kejadian tidak ada di lokasi. Saya dapat kabar anak saya sudah berada di Rumah Sakit AK Gani karena dikeroyok beberapa orang di depan PS Mall,” ungkap Bachril saat ditemui pada Selasa malam.
Berdasarkan keterangan saksi mata yang dihimpun keluarga korban, peristiwa bermula saat korban berada di sekitar lokasi kejadian. Tiba-tiba, korban dikejar oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari salah satu Ormas. Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam berbagai jenis.
“Dari keterangan saksi, anak saya dikejar lalu langsung dibacok berkali-kali. Setelah puas mengeroyok pakai senjata tajam, para pelaku langsung melarikan diri,” jelas Bachril.
Usai kejadian, korban yang bersimbah darah segera mendapat pertolongan dari warga sekitar dan dilarikan ke RS AK Gani Palembang untuk mendapatkan perawatan medis. Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka robek di bagian belakang kepala, luka robek di siku lengan kanan, serta luka robek di pergelangan tangan hingga jari.
Dalam laporan yang disampaikan ke pihak kepolisian, Bachril menyebutkan terlapor berinisial T beserta beberapa rekannya, yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Namun hingga kini, motif di balik penyerangan masih belum diketahui secara pasti.
“Saya belum tahu apa motifnya, karena saya tidak ada di lokasi kejadian,” tambahnya. Bachril berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.Saya berharap para pelaku bisa segera ditangkap dan diproses secara hukum,” tutup Bachril.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pengeroyokan tersebut dan mendalami kemungkinan keterlibatan kelompok Ormas dalam insiden ini.(Hen)






