Netta Indian Minta Musrenbang Air Kumbang Tak Terpaku Pemangkasan Anggaran

AIR KUMBANG, CB— Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, SP menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Air Kumbang Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Air Kumbang, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Air Kumbang Aulia Sepriyadi, S.STP., M.Si, Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin Dr. Iwan Adiratmoko, serta unsur perangkat daerah, kepala desa, dan perwakilan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Netta Indian menegaskan bahwa Musrenbang Kecamatan merupakan forum strategis untuk menyelaraskan, membahas, dan menyepakati prioritas usulan program pembangunan dari desa dan kelurahan yang menjadi kewenangan kecamatan maupun lintas desa.

Mewakili Bupati Banyuasin, Netta berpesan agar perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan tidak terpaku pada pemangkasan anggaran, khususnya dana desa.

“Meskipun anggaran Kabupaten Banyuasin dari pemerintah pusat mengalami pemangkasan lebih dari 22 persen, kita harus tetap optimistis. Masih banyak program pusat yang bisa kita upayakan, seperti sekolah rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan program strategis lainnya,” ujarnya.

Netta menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Banyuasin, melainkan juga dialami oleh seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

“Kita harus menyelaraskan perencanaan dari tingkat kabupaten hingga desa dan tidak hanya berpatokan pada anggaran yang dipotong. Saat ini, Bupati Banyuasin Bapak Askolani sedang berada di Jakarta untuk memperjuangkan agar Banyuasin mendapatkan program-program pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Netta menambahkan bahwa program-program yang berhasil diperoleh nantinya akan diselaraskan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin.

Ia juga mendorong seluruh peserta Musrenbang untuk tetap mengajukan usulan pembangunan secara maksimal.

“Saya harap Bapak dan Ibu dapat memasukkan usulan sebanyak mungkin. Nantinya akan dilakukan penyaringan untuk menentukan prioritas. Bagi usulan yang belum terakomodir, mohon bersabar, bisa jadi akan diakomodir pada tahun berikutnya atau melalui anggaran perubahan,” pungkasnya. (Tim)