JAKARTA,CB — Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) melakukan audiensi dengan Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis, Agung Gumilar Saputra, di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Delegasi DPN ABDSI dipimpin Ketua Umum Bahrul Ulum Ilham, didampingi Sekretaris Jenderal Siti Nur Maftuhah, Sofia dan Uting Rostini dari Bidang 2, serta Darul Syahdanul dari Bidang 4.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, perluasan akses pasar, digitalisasi usaha, hingga pengembangan kewirausahaan.
Salah satu gagasan yang dibahas adalah fasilitasi pemasaran produk UMKM melalui platform digital. Selain itu, muncul usulan pelaksanaan proyek percontohan (piloting) bagi koperasi binaan berbasis klaster produk unggulan serta pendokumentasian praktik baik dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM.
Dukungan terhadap wirausaha muda dan perusahaan rintisan (startup) juga menjadi perhatian. Penguatan sektor ini dinilai perlu didukung melalui pendampingan bisnis, pemanfaatan teknologi, serta perluasan jejaring kemitraan agar pelaku usaha mampu berkembang dan meningkatkan daya saing.
ABDSI menilai pengembangan koperasi dan UMKM membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses pasar, pembiayaan, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kelembagaan.
Dalam konteks tersebut, ABDSI berupaya menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan pendamping profesional, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta mitra pembangunan.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dan memberikan manfaat bagi pelaku koperasi dan UMKM. Gagasan yang dibahas diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal.
ABDSI berkomitmen mendorong model pemberdayaan yang adaptif, berorientasi pada peningkatan daya saing, serta mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, koperasi dan UMKM diharapkan semakin mampu memanfaatkan peluang pasar, mengoptimalkan teknologi digital, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional. (**)






