SUAK TAPEH, CB – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH., optimistis Kabupaten Banyuasin mampu menjadi daerah nomor satu dalam produksi padi di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan luas tanam, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta sinergi pemerintah dan petani.
Optimisme itu disampaikan Askolani saat menghadiri Gerakan Tanam Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kecamatan Suak Tapeh, Rabu (30/9/2026), bersama Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Askolani menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan Kementerian Pertanian kepada Banyuasin sebagai salah satu daerah andalan produksi pangan di Sumatera Selatan.
“Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, Banyuasin menjadi kabupaten yang sangat diperhatikan. Kami sangat merasa bangga akan hal ini,” ungkapnya.
Menurut Askolani, Banyuasin memiliki lahan pertanian yang luas dan subur serta didukung ketersediaan air. Namun, pengelolaan tata air yang belum optimal masih menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Ia berharap Kementerian Pertanian terus memberikan dukungan, termasuk meningkatkan kesejahteraan penyuluh agar pendampingan kepada petani semakin maksimal.
“Saya berharap Kementan terus fokus dan serius membantu Kabupaten Banyuasin dan penyuluh dapat ditingkatkan kesejahteraannya, agar lebih semangat kerjanya sehingga petani lebih semangat lagi untuk melakukan penanaman,” tegasnya.
Askolani juga meminta camat dan kepala desa menjaga keberadaan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi. Ia mendorong pemanfaatan tanggul untuk tanaman kelapa dalam dan sayur-sayuran sebagai upaya mengoptimalkan lahan.
Sementara itu, Pj. Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Noor Roupik Ahmadi, STP., MP., menjelaskan bahwa target nasional program PM-AAS mencapai satu juta hektare, sedangkan Sumatera Selatan mendapat target sekitar 45.614 hektare. Banyuasin menjadi salah satu daerah utama dalam pencapaian target tersebut.
“Target ini memerlukan sinergi yang sangat kuat antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Diharapkan petani dan PPL agar bekerja sama untuk mencapai target nasional ini,” ujarnya.
Pj. Swasembada Pangan Kabupaten Banyuasin, Dr. Suharyanto, SP., MP., menambahkan bahwa Banyuasin menargetkan pelaksanaan PM-AAS seluas 34.000 hektare. Hingga kegiatan tersebut, benih telah disalurkan untuk sekitar 4.300 hektare, sementara sisanya ditargetkan didukung bantuan alat dan mesin pertanian.
“Banyuasin dalam hal ini sanggup 34.000 hektare untuk PM-AAS dan benih sudah 4.300 hektare telah didropping, sisanya masih ada 29.700 hektare dengan bantuan alsintan TR 2,” jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog antara Bupati Banyuasin, perwakilan Kementerian Pertanian, petani, dan penyuluh untuk membahas berbagai kendala yang masih dihadapi dalam meningkatkan produksi padi.
Melalui program PM-AAS, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap perluasan areal tanam dan dukungan teknologi pertanian mampu memperkuat produksi pangan sekaligus mendorong Banyuasin menjadi salah satu pusat produksi padi nasional. (Tim)






