Insiden Bullying Antar Pelajar di Banyuasin, Siswa SMK Jadi Korban

BANYUASIN, CB– Peristiwa dugaan bullying atau perundungan terhadapnya seorang pelajar terjadi di wilayah Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin mengegerkan.

Korban R yang merupakan siswa kelas I SMK tersebut diduga mengalami tindak kekerasan oleh sesama pelajar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, di Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh.

Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di jalan penghubung Lubuk Lancang–Talang Ipuh. Terduga pelaku berinisial AP, seorang siswa SMP negeri. Menurut pengakuan pelaku kepada keluarga korban saat didatangi ke kediamannya, peristiwa bermula ketika AP meminjam topi milik korban. Saat korban meminta topinya dikembalikan, pelaku menolak dan berniat menggantinya dengan uang. Korban tidak menerima hal tersebut sehingga terjadi adu mulut yang berujung pada dugaan tindakan perundungan.

Peristiwa kedua terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Masjid Jamik Desa Lubuk Lancang. Terduga pelaku berinisial TG, siswa kelas II SMK. Berdasarkan keterangan keluarga pelaku, TG mengaku tersulut emosi karena melihat wajah korban yang dianggap tidak bersahabat serta merasa korban pernah mengeber-geber sepeda motor di depannya.

Dalam kedua kejadian tersebut, korban diduga dikeroyok dan pelaku disebut tidak bertindak sendiri, melainkan dibantu oleh beberapa siswa dari SMK setempat.

“Yang memakai baju hitam dalam video itu anak SMK, dan satu lagi anak SMP. Jadi ada dua orang pelaku,” ujar salah satu pihak keluarga korban.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kondisi fisik yang memprihatinkan. Tubuh korban dilaporkan dipenuhi memar dan lebam, serta mengalami gangguan psikologis.

Keluarga korban berharap pihak sekolah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah tegas dan memberikan perlindungan kepada korban. Mereka juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi perhatian serius semua pihak, terutama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi para pelajar. (AY)