Pangkalan Balai, CB— Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar rapat zoom meeting pembahasan relokasi penanaman dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas 17 hektare, Rabu (13/5/2026). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Rumah Dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin.
Rapat dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, ST, MM, MBA, IPU, ASEAN Eng., bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Alpian Soleh, MM. Sementara itu, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH, MH mengikuti rapat secara virtual dari Jakarta.
Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Kehutanan Republik Indonesia terkait program rehabilitasi daerah aliran sungai di wilayah Banyuasin. Dalam rapat tersebut, Kementerian Kehutanan diwakili Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan dan Lestari Ir. Laksmi Wijayanti, MCP.
Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan, rehabilitasi DAS menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Program rehabilitasi daerah aliran sungai ini tidak hanya bertujuan menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui tanaman produktif,” ujarnya.
Dalam rapat disampaikan, target rehabilitasi DAS akan dilaksanakan secara bertahap selama dua tahun. Pada tahun 2026 direncanakan penanaman seluas 7 hektare, sedangkan tahun 2027 seluas 10 hektare.
Selain tanaman mangrove, pemerintah juga mempertimbangkan tanaman buah-buahan sebagai solusi rehabilitasi kawasan. Tanaman tersebut dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar karena memiliki nilai ekonomi dan dapat mendukung penghijauan kawasan DAS.
Bupati Banyuasin Askolani menegaskan, Pemkab Banyuasin akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar program rehabilitasi dapat berjalan optimal.
“Kami mendukung penuh program rehabilitasi DAS ini dan terus melakukan koordinasi agar pelaksanaannya tepat sasaran serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Askolani.
Selain pembahasan teknis penanaman, rapat juga membahas kemungkinan relokasi lokasi rehabilitasi agar program berjalan lebih efektif sesuai kondisi lapangan. (Tim)






