Banyuasin, CB– Setelah 4 hari dilakukan pencarian secara intensif, jasad Ipan Nurzaman (26), korban yang diduga diterkam buaya di Sungai Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada Kamis (9/7/2026).
Korban yang merupakan warga Kampung Cilaten, Bandung, Jawa Barat, sebelumnya dilaporkan hilang pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB saat memperbaiki kemudi jukung di Dermaga Ujang, Desa Teluk Betung bersama tiga rekannya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat proses perbaikan berlangsung korban turun ke sungai untuk membantu rekannya. Tidak lama kemudian, diduga seekor buaya muara yang berada di sekitar tepian sungai langsung menerkam korban hingga menghilang ke dalam air.
Rekan-rekan korban sempat melihat kepala Ipan muncul di permukaan sungai sebelum akhirnya hilang.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan aparat kepolisian yang selanjutnya mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pencarian.
Setelah pencarian selama 4 hari melibatkan personel kepolisian, Polairud, TNI, BPBD, Pemerintah Desa, serta masyarakat, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan di wilayah perairan Desa Teluk Betung.
Pemerintah Desa Teluk Betung menyampaikan rasa syukur sekaligus belasungkawa atas ditemukannya korban. Dalam pernyataannya, pemerintah desa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Alhamdulillah ‘ala kulli hal, atas izin Allah SWT korban atas nama Ipan Nurzaman telah ditemukan pada hari ini di wilayah perairan Desa Teluk Betung. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polairud, kepolisian, Babinsa, BPBD, Pemerintah Desa, dan masyarakat yang selama 4 hari tidak kenal lelah melakukan pencarian,” demikian pernyataan Pemerintah Desa Teluk Betung.

Pemerintah desa juga mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” lanjut pernyataan tersebut.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai yang merupakan habitat buaya, terutama pada malam hingga dini hari ketika satwa tersebut lebih aktif mencari mangsa. (Red)






