BANYUASIN, CB – Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menghadiri peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kelurahan Kayuara Kuning, Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/8/2026). Peresmian dilakukan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni sebagai bagian dari penguatan rehabilitasi hutan dan lahan serta penyediaan bibit berkualitas.
Netta Indian menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Kementerian Kehutanan yang memilih Banyuasin sebagai lokasi pusat persemaian. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi peluang untuk memperkuat penghijauan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Banyuasin sangat mendukung penuh keberadaan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo ini. Kehadiran fasilitas skala besar di Banyuasin tidak hanya memperkuat upaya penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis, tetapi juga membuka peluang masyarakat memanfaatkan bibit berkualitas secara gratis,” ujar Netta.
Ia menegaskan Pemkab Banyuasin siap bersinergi dengan berbagai pihak agar distribusi bibit dapat tepat sasaran hingga ke desa dan kelurahan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan persemaian bibit unggul menjadi bagian penting dalam mendukung program ASRI yang merupakan program strategis nasional. Pusat persemaian Sriwijaya Kemampo memiliki kapasitas produksi sekitar 5–10 juta bibit per tahun.
“Persemaian bibit unggul yang baik akan dapat menghijaukan desa-desa, kota, kabupaten yang ada di Indonesia,” kata Raja Juli.
Sementara itu, Dirjen PDASRH Diah Murtiningsih menyebut Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo berdiri di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan fasilitas produksi berbagai jenis bibit, mulai tanaman kayu-kayuan, tanaman serbaguna hingga tanaman estetika.
Pembangunan fasilitas tersebut berlangsung pada 2023–2025 melalui kolaborasi pemerintah, kementerian terkait dan dunia usaha, termasuk APP Group.
Bibit yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, TNI/Polri, Pramuka maupun pihak lain untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai keberadaan persemaian Kemampo menjadi modal penting dalam memperkuat gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Selatan.
“Harapan kami, bibit yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk rehabilitasi hutan dan lahan kritis, tetapi juga mendukung penghijauan di kawasan permukiman, fasilitas umum, sekolah hingga ruang terbuka hijau,” ujarnya. (Tim)






