Banyuasin, CB– PT Swadaya Indo Palma (SIP) terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran lahan dan kebun dengan menggelar Pelatihan Early Warning System (EWS)–Hotspot Monitoring serta Pencegahan, Penanggulangan, dan Pelaporan Kebakaran Lahan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor SIP 1, Desa Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (26/5).
Pelatihan diikuti 22 peserta yang berasal dari unsur Security, Asisten Afdeling, SSL, dan Sustainability. Kegiatan dibuka oleh perwakilan Sustainability, Markoni Andi, dan Salman Hadi dari SSL.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan sistem deteksi dini berbasis satelit untuk memantau titik panas (hotspot) secara cepat dan akurat. Sistem ini memungkinkan perusahaan melakukan verifikasi lapangan, patroli, koordinasi, serta tindakan pencegahan sebelum potensi kebakaran meluas.

Selain materi teori, peserta juga mengikuti simulasi tanggap darurat kebakaran lahan. Simulasi meliputi proses penerimaan informasi kebakaran, verifikasi lokasi, koordinasi tim, penggunaan peralatan pemadaman, pengamanan area, hingga penyusunan laporan sesuai prosedur perusahaan.
Perusahaan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025.
“Peningkatan kesiapsiagaan seluruh tim menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi kebakaran lahan dan kebun. Melalui pemanfaatan teknologi deteksi dini dan penguatan kompetensi petugas, perusahaan dapat melakukan tindakan yang lebih cepat dan efektif,” ujar Markoni Andi.
PT Swadaya Indo Palma juga menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan melalui penguatan sistem pemantauan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat sistem pemantauan dan kesiapsiagaan tim guna mendukung pengelolaan perkebunan yang aman, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan,” Tandasnya.

Melalui pelatihan dan simulasi ini, perusahaan berharap seluruh personel yang terlibat mampu merespons potensi kebakaran secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga risiko kebakaran lahan dapat diminimalkan. (Red)






