
PALEMBANG, CB– Senyum bahagia dan rasa syukur terpancar dari Hendri dan Sukma setelah mengikuti prosesi yudisium. Momen yang berlangsung di Beston Hotel jalan jenderal Palembang kamis (03/09).tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan keduanya menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang hukum.
Tak sekadar berfoto bersama, pose Hendri dan Sukma dalam balutan busana formal menjadi simbol sebuah perjuangan yang akhirnya membuahkan hasil.
Hendri terlihat mengenakan jas hitam dengan kain tradisional serta selempang bertuliskan “Bachelor of Law Class of 2026”, sementara Sukma tampil elegan dengan busana serba hitam.
Keduanya berpose dengan tangan mengepal. Sederhana, namun penuh makna.
Pose tersebut seolah menggambarkan semangat, kerja keras dan keyakinan untuk menghadapi perjalanan baru setelah menyelesaikan masa perkuliahan.
Bagi Hendri dan Sukma, yudisium bukan hanya seremoni akademik. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa rangkaian panjang sebagai mahasiswa hukum telah berhasil mereka lewati. Berbagai tugas, ujian, penelitian hingga penyelesaian tugas akhir menjadi bagian dari perjalanan sebelum akhirnya sampai di titik ini.
Kini, gelar Sarjana Hukum (S.H.) menjadi pencapaian yang melekat setelah perjuangan panjang tersebut.
Namun, kelulusan bukanlah garis akhir. Justru dari sinilah perjalanan baru dimulai.
Ilmu hukum yang telah dipelajari di bangku kuliah dituntut untuk tidak berhenti menjadi pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Foto Hendri dan Sukma usai yudisium pun menjadi kenangan tentang sebuah fase yang telah berhasil dituntaskan. Ada perjuangan di balik senyum, ada doa di balik keberhasilan, dan ada harapan besar di balik gelar yang kini disandang.
“Semoga gelar Sarjana Hukum menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang, penuh prestasi, serta membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat dan bangsa” tutupnya.(**)






