Askolani Jajaki Teknologi Pemadam dari Brasil untuk Lahan Gambut Banyuasin

BANYUASIN, CB – Pemerintah Kabupaten Banyuasin menguji inovasi cairan pemadam kebakaran Realiza Antichamas asal Brasil untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut yang rentan terbakar.

Uji coba tersebut disaksikan perwakilan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Cik Ujang, dan Bupati Banyuasin Askolani di Posko Tanjung Lago, PT Banyuasin Indah Lestari (BIL) Palembang, Jumat (9/10/2026).

Realiza Antichamas merupakan cairan pemadam berbasis organomineral yang diklaim dapat terurai secara alami. Pengujian dilakukan untuk melihat efektivitas pemadaman api sekaligus kemampuannya menjaga kelembapan tanah guna membantu mencegah munculnya kembali titik api.

Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo, berharap inovasi tersebut dapat menjadi bagian dari solusi penanganan karhutla setelah melalui evaluasi.

“Besar harapan kita semua, ini bukan semata-mata produk komersial, melainkan bukti nyata upaya komprehensif kita dalam menangani karhutla. Ke depannya, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di daerah-daerah lainnya,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, berdasarkan pengamatannya saat uji coba, tanah yang disemprot cairan tersebut terlihat lebih lembap dibandingkan dengan penggunaan air biasa.

“Tanah yang terkena cairan ini terlihat lebih lembap dibandingkan dengan penggunaan air biasa. Berdasarkan pengamatan saat uji coba, kelembapan tanah masih bertahan selama beberapa waktu, bahkan diperkirakan dapat mencapai dua hingga tiga hari,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menangani karhutla di Kabupaten Banyuasin. Inovasi ini memiliki potensi untuk diterapkan pada lahan gambut di Banyuasin, dengan tetap memperhatikan hasil evaluasi dan efektivitasnya di lapangan,” kata Askolani.

Pemkab Banyuasin berharap teknologi tersebut dapat membantu memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan karhutla. Namun, penerapannya secara luas tetap perlu mempertimbangkan hasil pengujian, efektivitas di lapangan, serta dampaknya terhadap lingkungan. (Tim)