Gubernur Al Haris Angkat Bicara soal Siswa SMK Keroyok Guru di Jambi

Jambi, CB — Dunia pendidikan di Jambi kembali menjadi sorotan setelah beredar video dugaan pengeroyokan guru oleh sejumlah siswa di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Insiden tersebut menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jambi, Al Haris.

Menanggapi kejadian yang viral tersebut, Al Haris menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam lingkungan pendidikan. Ia mengakui telah menerima laporan awal bahwa keributan dipicu oleh ucapan seorang guru yang dinilai menyinggung perasaan salah satu siswa. Namun, ia menekankan bahwa alasan apapun tidak membenarkan tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik.

“Saya ingin masalah ini tidak melebar ke mana-mana. Kalau gurunya salah, ya kita beri sanksi. Kalau memang perkataannya tidak patut sebagai seorang guru, silakan dipindah. Tapi tidak boleh juga anak-anak sekolah menghakimi gurunya. Itu mencoreng dunia pendidikan kita,” tegas Al Haris saat dimintai tanggapan di acara pembukaan Gubernur Cup, Rabu (14/01).

Gubernur menambahkan bahwa saat ini kasus tersebut juga sudah menarik perhatian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Menyikapi hal itu, Al Haris langsung menginstruksikan Camat, Kapolsek, dan jajaran terkait untuk segera melakukan rapat koordinasi guna meredam situasi.

Ia meminta agar penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan tanpa mengabaikan proses penegakan aturan yang berlaku. Menurutnya, menjaga nama baik dunia pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

“Ini insiden yang kurang baik. Tim dari Dinas Pendidikan akan turun ke lokasi besok untuk merapatkan masalah ini. Kita ingin ini selesai secara kekeluargaan agar tetap utuh, karena dunia pendidikan tidak boleh ada yang mencorengnya,” ujar Al Haris. (Tim)