Palembang, CB— Mutasi besar-besaran kembali terjadi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan struktur kepemimpinan di tingkat wilayah. Salah satu perubahan paling menonjol terjadi pada pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan.
Rotasi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/62/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026, yang memuat pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan baru di lingkungan Polri. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks.
Dalam surat telegram tersebut, Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan, dipercaya mengemban tugas baru sebagai Wakalemdiklat Polri. Jabatan tersebut dinilai penting dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia Polri ke depan.
Sebagai penggantinya, Kapolri menunjuk Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., yang sebelumnya menjabat Kadiv Humas Polri, untuk menakhodai Polda Sumsel.
Pergantian ini tidak hanya dipandang sebagai rotasi rutin, namun juga merupakan langkah taktis Polri dalam menempatkan perwira terbaik sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Hal tersebut penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan yang memiliki karakteristik geografis serta sosial yang dinamis.
Menanggapi pergantian jabatan tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan instrumen penting dalam menjaga ritme kerja organisasi Polri agar tetap relevan dengan tuntutan zaman.
“Proses ini telah melalui pertimbangan yang matang dan merupakan bentuk apresiasi serta pembinaan karier bagi personel yang dianggap berprestasi,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, kehadiran pimpinan baru diharapkan mampu membawa semangat segar, inovasi, serta memperkuat soliditas internal yang telah terbangun. Dengan demikian, seluruh jajaran Polda Sumsel dapat terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang prima kepada masyarakat secara berkelanjutan.
“Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari dinamika internal yang bertujuan untuk penyegaran. Selain sebagai bentuk pembinaan karier, langkah ini juga dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan profesionalisme Polri serta memastikan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan pada level tertinggi,” jelasnya.
Ia pun menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas dan kinerja Polda Sumsel menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
“Pergantian kepemimpinan ini adalah momentum untuk memperkuat sinergitas dan kinerja Polda Sumsel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan,” pungkasnya. (Tim)






